Bermula dari pria ini cerita hidupku terukir yg entah apa namanya yg sakitnya sampai sekarang terasa hingga keubun ubun.
Pria yg sangat ku gilai bertahun tahun lamanya hingga saat ini.
Hingga saat tulisan ini dipublikasi pun dan setelah ada yg mengisi hatiku pun aku masih menggilainya dalam hati dan pikiranku.
Pria yang menurutku biasa saja, sederhana, cuek.
Karna terkadang aku menyukai seorang pria bukan dari fisiknya.
Dia pria yg pintar.. entah dasar apa,, apapun yg ku bicarakan ketika bersamanya selalu menyenangkan.
Tak ada kata bosan ketika saling bertukar cerita, pengalaman, pengetahuan, dan hobi masing masing.
Kala itu benar benar merasa nyaman.. nyaman... dan nyaman ketika bersamanya.
Tetapi entah mungkin Tuhan berkata lain..
Aku dan dia hanya akan menjadi mimpi... yah sebuah mimpi indah yg takan pernah nyata.
Meskipun aku mengerti sekali jauh didalam hatinya rasa aku dan dia sama..
Tapi itu hanya mimpi..
Entah apa alasan mimpi itu tak pernah terwujud..
Sampai sekarang pun aku bahkan tak ingin tau jawabannya.
Dia adalah alasanku menyukai
syair syair senja yg entah ku rasa senja sama indah sperti memandangnya dari kejauhan.
Menikmati hangatnya dari kejauhan..
Dia alasan aku mulai menuliskan entah sudah beribu kata galau yg telah ku publikasikan di media sosialku.
Dia pria pertama yg membuatku merasakan berhentinya nafas ini, terkadang membuat mata ini tak bisa terpejam semalaman dan bahkan menangis ketika merindukannya dibalik tembok kamarku.
Dia kerap kali membuat nafasku tersengal sengal, memburu ketiadaanya yg semu.
Dan kerapkali aku bermimpi.. entah sudah berapakali mimpi yg sama, mimpi menginginkan sosoknya bersamaku.
Kalau boleh berkata jujur, mungkin sosok dia..
..ya hanya dia yang ku inginkan dihidupku kelak ketika menua dihari esok..
Terkadang aku berpikir entah sampai kapan rasa ini terus mengikutiku.
Aku lelah.. sangat lelah bahkan.
Entah suda berapa hati yg ku patahkan hanya karna tidak bisa melupakan sosoknya.
Mungkin semua orang wajar jika menganggapku gila.
Ya aku gila.. aku teramat menggilai ketiadaannya.
Entah berapa ribu dosa lagi yg akan ku buat demi pria yg ku tak tau hatinya untuk siapa.
Aku cukup sering menyakiti diri sendiri dan orang disekitarku yg peduli padaku hanya demi sebuah kata "kesetiaan"
Aku bahkan tak tau apa dia sepeduli itu memikirkanku.
Aku tak tau apa dia berharap sama seperti apa yg ku harap.
Aku sangat tak tau pasti bagaimana hatinya.
Ini seperti meraba raba sesuatu disaat gelap..
Entahlah..
0 komentar:
Posting Komentar