#Inihanyaspoiler
#janganbaperbacanya
Aku berhenti berhitung.
Kau tau, walaupun aku orang yang tidak pandai matematika, aku termasuk orang yang suka ‘menghitung’.
Dulunya.
Aku menghitung tahun, bulan, hari, bahkan menit.
Dan kadang mungkin itu sedikit menyebalkan.
Aku menghitung dari tanggal kapan kita bersama, menghitung jam saat bersamamu, aku bahkan menghitung menit perjalanan jarak dari rumahku ke rumahmu, bahkan jarak dari kantormu ke rumahmu.
Lihat menyebalkan kan?
Tapi aku menghitung karena menyenangkan saat mengetahui aku sudah mengenalmu cukup lama. Angka-angka itu menyenangkan.
Lalu untuk berjaga-jaga, aku takut terjadi sesuatu padamu di jalan pulang, apalagi kamu tau sendiri jalan menuju rumahku dipenuhi truk-truk besar yang kadang membuatku bergidik sendiri saat mereka melintas.
Aku menghitung karena aku khawatir.
Tapi sekarang, aku sudah tidak menghitung lagi.
Entah kenapa.
Mungkin aku sudah semakin tua, aku malas berhitung.
Atau mungkin karena hanya aku yang peduli hitungan hari itu.
Aku juga tidak tau.
Aku sudah berhenti berhitung, aku lupa kita ada di angka berapa.
Tapi mungkin, aku berhenti berhitung karena aku takut.
Takut tiba-tiba angka itu berhenti, dan tidak bertambah lagi.
Kalau seperti itu, sebaiknya aku berhenti berhitung kan?
Tidak ada batasan angka untuk kita.
Dan kita menjadi tidak terbatas.
To infinity and beyond?
Senin, 19 Maret 2018
Berhenti menghitung
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar