Minggu, 09 April 2017

Aku, kamu, dan 830km

830km jarak yang harus kutempuh untuk menemuimu
Yah.. kamu..
Seorang pria di ujung seberang pulau sana
Pria yang membuatku ingin berlari menghampirinya
Pria yang membuatku tak ingin berpikir panjang niatku untuk menemuinya.
Dia pria itu
Namanya ipang ferdiyanto
Pria yang ku kenal 9tahun lalu
Dan bahkan selama itu aku menyadari bahwa aku masih menyimpan fotonya
Foto pertama kali ku mengenalnya.
Terkadang hidup selucu ini bahkan juga se aneh ini.
Ada banyak hal yang tak terduga.

Ini kali pertamaku keluar dari comfort zone ku
Aku menemuinya pertama kali.
Apakah ini hina?
Apakah ini buruk?
Apakah sebegitu buruknya ketika diriku ingin berjuang menemukan pria yang ku inginkan?
Dimata orang lain bolehlah buruk, tapi ini sungguh perjalanan yang luar biasa.
Kendati jika pada akhirnya setelah perjuangan ini aku tak bersamanya, maka aku hanya cukup bersyukur pada Tuhan.
Karena melalui pria ini diriku bisa sedikit bernafas menghirup udara diluar comfort zone ku.
Karena pria ini aku lebih "be realistis person"
Lagi lagi aku jatuh cinta pada pemikiran seorang pria, pada isi otaknya pada prinsip hidupnya.
Ah Tuhan...
Terimakakasih mempertemukanku dengan salah satu pria seperti ini lagi.

Sungguh apa yang aku lakukan ini tulus se tulusnya.
Tapi apa daya terkadang memang pemikiran manusia tidak sama.
Susah bisa menemukan pria pada satu pemikiran atau bahkan yang bisa lebih understanding.
Ternyata dia yang aku harapkan tidak sesuai ekspektasi.
Namun begitu
Masih dalam waktu yang sama
Detik ini juga ketika aku menulis cerita ini aku bahkan masih seberusaha mungkin mengerti dia.
Terkadang sampai hati diriku marah pada Tuhan atas ini semua.
"Im failed again? Isnt not him?"
"Oh God, im tired please!"
Umpatan itu yang selalu terbesit.
Ya Tuhan maafkan diriku.
Mungkin aku memang kurang bersyukur.
Apa tidak bisa sejauh ini dia menghargai ku sedikit saja.
Oh my G...
Sejauh ini?
Ingat lah ini 830 km, bukan 8,3km
Yang benar saja!
Ini membuatku menghela napasku berulang kali.
Dadaku sesak dibuatnya.
Mataku sembab dibuatnya.
Apakah hanya begini?

Aku tau aku bukanlah wanita "sesuatu"
Mana mungkin diriku ini menuntut untuk pria yang sempurna.
Namun aku berhak meminta pada Tuhan untuk diberi lelaki yg terbaik, bahkan jikalau diriku ini memang buruk.
Jikalau Tuhan mempertemukan ku dengan mu hanya ingin membuatku lebih mengenal diriku,
lebih membuatku bertaqwa kepadaNya.
Lillahi ta'ala saya ikhlas se ikhlas ikhlasnya..

Mungkin bukan dia.
Bukan waktunya.
Dan jikalau memang pada akhirnya memang dia yang Tuhan beri untukku, biarlah kecewa ini sebagai harga bayar dosaku.
Aku ikhlas..

Aku bahkan tak mengerti.
Prasaan ini mengambang begitu saja.
Seakan buta arah..
Mungkin doa itu masih menjadi rahasia..

0 komentar:

Posting Komentar

 

This Template Was Found On Elfrida Chania's Blog. Copyrights 2011.