Ketika menoleh ke belakang ada suatu cerita yang tak pernah ku mengerti alurnya namun cerita itu berakhir dengan sangat amat cepat.
dimulai saat mentari mulai tersenyum pada sang langit dan berakhir saat sang senja melebarkan sayap jingganya.
entah sedikit patah kata yang hanya bisa ku kutip dari cerita ini.
cerita tentang seorang pria di bawah bulan purnama.
entah sejak kapan ku temukan cahaya bulan yang begitu indah disudut matanya.
ku temukan senyum indah di permukaan bibirnya.
kutemukan kehangatan ketikan dia memeluk ku.
aku rindu ketika dia mengecup bibirku.
aku rindu ketika dia mendekapku.
aku rindu segala tentangnya
aku rindu..
cerita itu begitu cepat tak pernah tertulis oleh sentuhan, tak pernah terbaca oleh hari, dan tak pernah terasa oleh hati.
belum saja ku dekap dipelukanku cerita itu tlah menghilang tertelan gelapnya langit ketika mulai mengerogoti sang senja yang kala itu menemaniku.
setidaknya sebelum dia menghilang bersama gelapnya langit, tlah ku tatap lekat-lekat matanya, tlah ku peluk dalam-dalam tubuhnya.
setidaknya itu adalah salam perpisahan untuknya yang entah datang dari mana dan pergi entah kemana.
aku sadar ketika dia hanya meninggalnya cerita yang belum selesai ku tulis dalam buku harianku..
cerita yang tak pernah selesai ku tulis dalam tinta air mata.
cerita yang tak pernah ku tau awal dan akhirnya.
cerita yang masih sering ku lamunkan ketika setiap sang senja datang dengan jinggaya yang indah.
cerita yang sering membuatku merasa rindu akan segala tentangmu.
ya tentang mu yang datang dan pergi tanpa ijin :)
0 komentar:
Posting Komentar